Kamis, 08 November 2012

OLAHAN JAMUR TIRAM

Jamur tiram atau nama latinnya Pleurotus sp merupakan jamur dari filum Basidiomycota dan kelas Basidiomycetes. Salah satu spesies jamur tiram yang banyak dikenal oleh petani jamur Indonesia secara umum salah satunya adalah jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). Disebut jamur tiram putih karena jamur ini memang berwarna putih, tudungnya bulat 3-15 cm dan memiliki tangkai bercabang. Sementara itu, jamur Tiram abu-abu (Pleurotus cystidius) mempunyai tangkai yang tidak bercabang, tudung bulat dengan diameter lebih kecil dibandingkan dengan tiram putih. Tiram abu-abu keunggulannya mempunyai rasa manis. Tiram raja (Pleurotus umbellatus), atau King oyster tidak bercabang, tudung besar berwarna kecoklat-coklatan dan pecah-pecah bagian pinggirnya. Kandungan Gizi Seperti jenis jamur lainnya, jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) memiliki kandungan protein dan karbohidrat tinggi, kaya vitamin dan mineral, rendah lemak dan kalori. Komposisi dan kandungan nutrisi setiap 100 gram jamur tiram adalah 367 kalori; 10,5-30,4% protein; 56,6% karbohidrat; 1,7-2,2% lemak, 0.20 mg thiamin, 4.7-4.9 mg riboflavin, 77,2 mg niacin, dan 314.0 mg kalsium. Sementara itu, kandungan seratnya mencapai 7,4- 24,6 % sehingga cocok untuk para pelaku diet. Kandungan protein jamur tiram menurut Direktorat Jenderal Hortikultura Departemen Pertanian. Protein rata-rata 3.5 – 4 % dari berat basah. Berarti dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan asparagus dan kubis. Jika dihitung berat kering, kandungan proteinnya 10,5-30,4% sedangkan beras hanya 7.3%, gandum 13.2%, kedelai 39.1%, dan susu sapi 25.2%. Jamur tiram juga mengandung 9 macam asam amino yaitu lisin, metionin, triptofan, threonin, valin, leusin, isoleusin, histidin, dan fenilalanin. 72% lemak dalam jamur tiram adalah asam lemak tidak jenuh sehingga aman dikonsumsi baik yang menderita kelebihan kolesterol (hiperkolesterol) maupun gangguan metabolisme lipid lainnya. 28% asam lemak jenuh serta adanya semacam polisakarida kitin di dalam jamur tiram diduga menimbulkan rasa enak. Jamur tiram juga mengandung vitamin penting, terutama vitamin B, C dan D. vitamin B1 (tiamin), vitamin B2 (riboflavin), niasin dan provitamin D2 (ergosterol), dalam jamur tiram cukup tinggi. Mineral utama tertinggi adalah Kalium, Fosfor, Natrium, Kalsium, dan Magnesium. Konsentrasi K, P, Na, Ca dan Me mencapai 56-70% dari total abu dengan kadar K mencapai 45%. Mineral mikroelemen yang bersifat logam dalam jarum tiram kandungannya rendah, sehingga jamur ini aman dikonsumsi setiap hari. Manfaat Beberapa manfaat dari jamur tiram putih diantaranya 1. Bahan pangan Jamur Tiram Putih dapat diolah sebagai Sup Jamur, Soto Jamur, Pepes Jamur, Oseng-oseng Jamur, Jamur Crispy, Kripik Jamur, Mie Jamur, Sate Jamur, dan tidak ketinggalan nugget jamur, seperti yang telah kami produksi 2. Pengobatan, diantaranya sebagai pencegah hipertensi, kanker dan mengandung lovastatin (penurun kolesterol). Para ahli di luar negeri telah berhasil mengekstrak Jamur Tiram Putih untuk mengambil senyawa aktif lovastatin. NUGGET YAMUR (AYAM JAMUR TIRAM) Ayam merupakan salah satu komoditas peternakan yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan protein hewani karena mengandung protein bermutu tinggi dan mampu memenuhi zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh.ayamdapat diolah dalam berbagai jenis produk yang menarik dengan aneka bentuk dan rasa untuk tujuan memperpanjang masa simpan serta dapat meningkatkan nilai ekonomis tanpa mengurangi nilai gizi dariayamyang diolah. Salah satu hasil olahan ayam adalah nugget. Nugget mengandung protein tinggi yang biasanya berasal dariayamtrimming berkualitas rendah.ayam trimming adalah potongan ayamyang relatif kecil dan tidak beraturan yang masih dapat diolah. Nugget pada umumnya dibuat dari ayam, sehingga sering disebut juga dengan chicken nugget. Harga sebagai bahan baku yang mahal membuat tidak semua orang dapat menikmatinya, karena hal tersebut harga chicken nugget juga menjadi mahal. Hal ini menyebabkan chicken nugget hanya dapat dinikmati oleh kalangan terbatas. Dengan fenomena seperti ini, maka diperlukan suatu alternatif proses pengolahan dengan subtitusi jamur tiram putih untuk mengurangi jumlah penggunaan ayam dengan tidak mengurangi nilai gizinya, sehingga dapat mengurangi biaya produksi. Bahan-bahan: • 1 kg jamur tiram segar • 200 g tepung terigu • 200 g tepung maizena • 50 g Tepung Tapioka • 50 g susu skim • 20 200 g air es • 4 butir telur ayam • 100 g ayam fillet giling • 2 sendok teh penyedap rasa • 2 sendok teh merica bubuk • ½ sdm Gula pasir • ½ sdm Cabe giling • ½ sdt Baking Powder • 250 g Tepung Panir • 1 sdt Pala • 15 gr jahe • 60 g Bawang Merah • 40 g Bawang Putih • 20 g bawang Bombay • 1 sdt ketumbar • Garam secukupnya Proses Pengolahan  Jamur tiram segar dicuci dengan air mengalir.  Rebus dalam air mendidih selama 10-15 menit. Angkat dan tiriskan.  Hilangkan kandungan air pada jamur tiram dengan cara diperas.  Giling kasar jamur tiram yang telah direbus.  Campurkan jamur tiram, fillet ayam, tepung terigu, tepung maizena, sjusu skim, tepung tapioka dan telur. Aduk hingga tercampur rata.  Haluskan bawang merah dan bawang putih, bawang bombay lalu masukkan ke dalam adonan.  Setelah rata, tambahkan bumbu-bumbu, penyedap rasa, merica, dan garam. Aduk semua adonan sampai rata.  Siapkan loyang, olesi dengan minyak atau mentega. Tuangkan adonan nugget ke dalam loyang. Kukus selama 10-15 menit. Angkat dan dinginkan.  Lepaskan adonan nugget dari loyang. Potong-potong sesuai selera.  Simpan nugget di dalam lemari pendingin selama satu malam.  Setelah satu malam, keluarkan nugget dan diamkan beberapa saat.  Masukkan potongan nugget ke dalam kocokan telur lalu tepung panir hingga tertutup rata. Panggang selama 30-45 menit.  Goreng nugget hingga kecoklatan. Hidangkan….

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar